Kode Recentpos Berita

Kode Recentpost Grid

Advertisement

ARTIKEL 9-14 (6 artikel)

@anantapost2025

ARTIKEL

ARTIKEL SLIDE

Selasa, 18 Agustus 2026

Upacara HUT ke-81 RI di Ketapang Khidmat, Bupati Soroti Persatuan dan Gotong Royong

Khidmat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Ketapang.


Anantapost.com
- Ketapang. Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Kantor Bupati Ketapang, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Bupati Ketapang Alexander Wilyo bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu, naskah Proklamasi Kemerdekaan dibacakan Ketua DPRD Kabupaten Ketapang H. Achmad Sholeh dan Komandan Upacara dijabat Kasikum Polres Ketapang AKP Hasonangan Lubis.
Prosesi pengibaran Sang Merah Putih berlangsung lancar. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bersama personel TNI dan Polri menjalankan tugas pengibaran bendera di hadapan peserta upacara.

Sejumlah unsur Forkopimda turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolres Ketapang, Dandim 1203 Ketapang, Danlanal Ketapang, Ketua Pengadilan Negeri Ketapang, anggota DPRD, serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan unsur masyarakat lainnya.

Dalam amanatnya, Alexander Wilyo menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi ruang untuk mengingat kembali perjalanan bangsa sekaligus memperkuat persatuan dan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.

“Peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk merefleksikan perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat integritas, persatuan dan nilai-nilai Pancasila,” ujar Alexander dalam amanatnya.
Ia mengatakan, semangat kebangsaan di Kabupaten Ketapang juga tercermin melalui kearifan lokal masyarakat, seperti budaya gotong royong, keharmonisan antaretnis serta semangat bersama dalam membangun daerah.
Alexander juga menekankan pentingnya pemerintahan desa sebagai bagian dari kekuatan pembangunan daerah.

“Semangat kebangsaan harus tercermin dalam tata kelola pemerintahan hingga tingkat desa, sehingga desa menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan dan kemajuan daerah,” katanya.

Remisi dan Penghargaan Desa Berprestasi

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemkab Ketapang turut menyerahkan Surat Keputusan (SK) remisi kepada warga binaan dan anak binaan.
Pemberian remisi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk penghargaan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para penerima untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat serta memperbaiki diri.
Selain itu, Pemkab Ketapang memberikan penghargaan kepada sejumlah desa yang dinilai berhasil mendorong inovasi dan pembangunan di wilayahnya.
Desa Kalinilam, Kecamatan Delta Pawan, meraih juara pertama tingkat kabupaten dan provinsi. Desa Mekarjaya, Kecamatan Sei Melayu Rayak, menempati juara kedua, sedangkan Desa Baru, Kecamatan Benua Kayong, meraih juara ketiga.

Sementara itu, Desa Rangkung, Kecamatan Marau, mendapatkan penghargaan kategori prestasi.
Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi pemerintah desa untuk terus melahirkan inovasi, meningkatkan pelayanan masyarakat dan memperkuat pembangunan yang mandiri serta berkelanjutan.
Doa Lintas Agama, Harapan Hujan Segera Turun

Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI kemudian ditutup dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang bersama para pemuka agama.

Doa tersebut menjadi bentuk ikhtiar dan harapan bersama agar Kabupaten Ketapang segera mendapatkan hujan setelah menghadapi kemarau dan kekeringan.

Selain untuk mengatasi dampak kekeringan, turunnya hujan juga diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Ketapang.

Editor: jok

Senin, 17 Agustus 2026

Kepemimpinan Baru di Kodim 1203/Ketapang, Siap Lanjutkan Program Unggulan

Anantapost.com - Ketapang. Komando Distrik Militer (Kodim) 1203/Ketapang memasuki fase kepemimpinan baru. Jabatan Komandan Kodim (Dandim) 1203/Ketapang resmi diserahterimakan dari Letkol Inf Abu Hanifah, S.H., M.I.P. kepada Letkol Inf Zulkarnaen Galib dalam sebuah upacara yang digelar pada Kamis (19/02/2026).
Prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran prajurit, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodim, serta perwakilan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLVII Kodim 1203/Ketapang. Pergantian ini merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi dan regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI Angkatan Darat.

Dalam sambutan perpisahannya, Letkol Inf Abu Hanifah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kerja sama seluruh personel selama dirinya menjabat sebagai Dandim 1203/Ketapang. Ia menilai soliditas dan loyalitas anggota menjadi kekuatan utama satuan dalam menjalankan tugas.

“Alih tugas dan jabatan merupakan dinamika yang wajar dalam organisasi sebagai bentuk penyegaran dan peningkatan kinerja. Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi serta dukungan seluruh anggota selama saya bertugas. Saya percaya, di bawah kepemimpinan Letkol Inf Zulkarnaen Galib, Kodim 1203/Ketapang akan semakin maju dan profesional,” ungkap Letkol Inf Abu Hanifah.

Sementara itu, Letkol Inf Zulkarnaen Galib dalam sambutan perdananya menegaskan komitmennya untuk meneruskan berbagai program yang telah dirintis sebelumnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan internal serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai pilar utama pelaksanaan tugas teritorial.

“Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh prajurit dan keluarga besar Kodim 1203/Ketapang. Mari kita tingkatkan kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara melalui pelaksanaan tugas yang tulus dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan penyerahan cenderamata sebagai simbol penghargaan atas pengabdian Letkol Inf Abu Hanifah selama memimpin Kodim 1203/Ketapang. Kehadiran penuh seluruh unsur satuan dalam acara tersebut menjadi cerminan kuatnya solidaritas dan semangat persatuan di lingkungan Kodim 1203/Ketapang.

Editor: jok

Sabtu, 15 Agustus 2026

Bupati Ketapang Kukuhkan 27 Paskibraka 2026, Pesan: Jaga Amanah dan Cinta Tanah Air

Bupati Ketapang mengukuhkan anggota Paskibraka 2026 sebagai duta terbaik daerah untuk mengemban amanah Merah Putih.

Anantapost.com - Ketapang. Sebanyak 27 pelajar terbaik dari berbagai SMA dan SMK sederajat di Kabupaten Ketapang resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Ketapang Tahun 2026.

Pengukuhan berlangsung khidmat di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, Sabtu (15/8/2026), menjelang pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dari 27 anggota yang dikukuhkan, sebanyak 21 merupakan putra dan enam putri. Mereka akan mengemban tugas penting dalam pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih pada rangkaian upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo memimpin langsung prosesi pengukuhan. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas seremonial, tetapi merupakan amanah sekaligus kehormatan yang membawa tanggung jawab besar.

“Pengukuhan hari ini bukan sekadar seremoni. Di balik prosesi ini terdapat tanggung jawab, kehormatan, dan kepercayaan besar yang diberikan kepada anak-anak terbaik Kabupaten Ketapang,” ujar Alexander Wilyo.

Menurutnya, tugas mengibarkan dan menurunkan bendera Merah Putih yang secara teknis hanya berlangsung dalam waktu singkat memiliki makna yang jauh lebih besar. Sang Merah Putih, kata dia, merupakan simbol kehormatan, persatuan, perjuangan dan kedaulatan bangsa Indonesia.

Karena itu, para anggota Paskibraka diminta menjalankan tugas dengan penuh kedisiplinan, tanggung jawab dan rasa cinta terhadap Tanah Air.
Bupati juga menilai proses seleksi, latihan dan pembinaan yang dijalani para anggota Paskibraka merupakan bagian dari pendidikan karakter bagi generasi muda.

Ia berharap pengalaman tersebut tidak berhenti setelah tugas Paskibraka selesai, tetapi dapat menjadi bekal dalam menempuh pendidikan, membangun karier serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah.

“Jangan sampai nilai-nilai tersebut berhenti setelah tugas Paskibraka selesai. Jadikan pengalaman dan proses yang kalian jalani sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan, membangun karier, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, daerah dan bangsa,” tegasnya.

Alexander juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan dan motivasi kepada putra-putrinya. Penghargaan serupa disampaikan kepada para pelatih, pembina dan panitia yang telah bekerja mempersiapkan para calon pengibar bendera tersebut.

Ia berpesan agar seluruh anggota Paskibraka menjaga kepercayaan yang telah diberikan dengan tetap rendah hati serta konsisten menerapkan kedisiplinan dan tanggung jawab.

“Berdirilah tegak dengan penuh kebanggaan, langkahkan kaki dengan penuh keyakinan, dan kibarkan Merah Putih dengan segenap jiwa dan cinta kepada Indonesia,” pesan Alexander.

Usai prosesi pengukuhan, para anggota Paskibraka bersama Bupati Ketapang, Sekretaris Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tamu undangan mengikuti sesi foto bersama.
Suasana kemudian berlangsung lebih santai ketika para anggota Paskibraka menampilkan atraksi dan hiburan. Penampilan tersebut menunjukkan sisi lain para pelajar yang tidak hanya ditempa melalui kedisiplinan dan latihan fisik, tetapi juga memiliki kreativitas serta semangat kebersamaan.

Dengan dikukuhkannya 27 anggota Paskibraka tersebut, mereka kini bersiap menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati berharap seluruh rangkaian pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih dapat berlangsung lancar, tertib dan khidmat.

“Menjadi Paskibraka bukan sekadar tentang berdiri tegak di hadapan Sang Merah Putih. Ini tentang belajar memikul amanah, menghargai perjuangan para pahlawan, menjaga persatuan, menempa kedisiplinan dan menumbuhkan keberanian untuk menjadi pemimpin masa depan,” katanya.

Ia berharap dari barisan Paskibraka tersebut kelak lahir generasi muda berkarakter yang mampu mengambil peran dalam pembangunan dan mengabdikan diri bagi masyarakat, Kabupaten Ketapang dan Indonesia.***(jok) 

Rabu, 12 Agustus 2026

Supriadi resmi terpilih sebagai Ketua PWI Ketapang periode 2026–2029 secara aklamasi



Ketua PWI Provinsi Kalbar Kundori ( baju lengan panjang putih) saat menyerahkan SK kepada Supriadi. 

Anantapost - Pontianak. Supriadi resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ketapang periode 2026-2029 secara aklamasi dalam Rapat Pembentukan sekaligus Konferensi PWI Kabupaten Ketapang yang digelar di salah satu hotel di Pontianak, Rabu (12/8/2026).

Penetapan Supriadi dilakukan dalam konferensi yang dipimpin Ketua Sidang Yasmin Umar, didampingi Muhammad Al Jauhari Fatria dan Hadi Sudirmansyah sebagai anggota sidang.
Selain menetapkan ketua, konferensi juga membentuk tim formatur yang terdiri dari Supriadi, Agustiandi, dan Hadi Sudirmansyah. Tim tersebut selanjutnya bertugas menyusun struktur kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang untuk periode 2026-2029.

Usai terpilih, Supriadi menyampaikan bahwa jabatan yang dipercayakan kepadanya merupakan amanah yang harus dijalankan secara bersama-sama.

“Saya mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ini amanah yang harus kami emban bersama,” ujar Supriadi.

Supriadi juga berharap PWI Kalimantan Barat dapat terus memberikan pendampingan dan arahan kepada kepengurusan PWI Ketapang ke depan.

Ia sekaligus membuka kesempatan bagi wartawan yang bertugas di Kabupaten Ketapang untuk bergabung dan bersama-sama membangun organisasi.

“Kita juga membuka ruang untuk  wartawan yang bertugas di Ketapang untuk bergabung di dalam rumah besar PWI Kabupaten, tentunya dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi” tegasnya.

Menurut Supriadi, setelah struktur kepengurusan rampung, pihaknya akan segera menyusun berbagai program kerja untuk memperkuat kembali eksistensi PWI di Kabupaten Ketapang.

“Kami akan menyusun program kerja. PWI kita kibarkan di Kabupaten Ketapang,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Kalimantan Barat Kundori menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang.

Kundori menjelaskan, proses pembentukan PWI Ketapang telah dikoordinasikan dengan PWI Pusat dan dilaksanakan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Menurutnya, hadirnya PWI Kabupaten Ketapang menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi kewartawanan di Kalimantan Barat.

“Ini menjadi sejarah baru di Kalbar. PWI Kabupaten sudah terbentuk di dua kabupaten, Ketapang dan Sekadau,” ujar Kundori.

Ia berharap PWI Ketapang tidak hanya menjadi wadah organisasi wartawan, tetapi juga mampu mendorong peningkatan profesionalisme serta penerapan jurnalistik yang berpedoman pada kode etik.

Kundori mengingatkan wartawan agar tidak ikut menyebarluaskan informasi yang tidak memenuhi prinsip-prinsip jurnalistik.

“Jalankan jurnalisme yang benar di Kabupaten Ketapang. Jangan ikut-ikutan menyebarkan yang bukan jurnalisme. Hal-hal yang sesuai dengan kode etik harus kita jaga bersama,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh anggota PWI menjaga marwah organisasi serta menjalankan profesi jurnalistik secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.***(jok) 



Minggu, 09 Agustus 2026

Jaga Ketapang dari Karhutla, Bupati: Ini Tanggung Jawab Bersama

Doa Bersama Lintas Agama menjadi momentum memperkuat kerukunan dan kebersamaan masyarakat Ketapang dalam menjaga daerah dari berbagai musibah dan karhutla.

Anantapost.com
- Ketapang. Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama kembali terlihat di Kabupaten Ketapang. Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama para pemuka agama, tokoh masyarakat, pemuda, Forkopimda, dan masyarakat menggelar doa bersama lintas agama di halaman Kantor Bupati Ketapang, Minggu (9/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan keberkahan masyarakat Ketapang, sekaligus memohon agar daerah ini dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana.
Di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering dalam beberapa pekan terakhir, doa bersama juga diarahkan agar hujan segera turun sehingga kondisi lingkungan kembali sejuk dan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat diminimalkan.
Bupati Ketapang mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan doa, tetapi juga memperkuat ikhtiar melalui tindakan nyata dalam menghadapi kondisi tersebut.

“Menjaga Ketapang merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah daerah,” tegas Bupati Ketapang.

Menurutnya, masyarakat di seluruh 20 kecamatan diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Ia juga mengimbau agar doa bersama dengan melibatkan pemuka agama dan tokoh masyarakat dapat dilaksanakan di masing-masing wilayah.

Bupati menekankan, menghadapi kondisi alam membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Masyarakat diminta menghemat penggunaan air, menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Karena itu, pemerintah, aparat keamanan, pemuka agama, tokoh masyarakat, pemuda, dunia usaha hingga masyarakat di tingkat desa memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaganya,” ujarnya.

Kapolres Ingatkan Bahaya Membakar Lahan

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang kondisi vegetasinya kering dan mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca yang kering. Jangan pula membuang puntung rokok sembarangan karena hal kecil dapat memicu kebakaran,” kata AKBP Muhammad Harris.

Ia menegaskan, kepolisian akan melakukan penindakan apabila ditemukan pembakaran yang dilakukan secara sengaja dan memenuhi unsur pelanggaran hukum.

Perkuat Doa dan Kepedulian Lingkungan

Sementara itu, Ketua PCNU Ketapang Dr. KH. Abdullah Al-Faqir mengajak masyarakat serta para pemuka agama untuk terus memperbanyak doa, terutama setelah melaksanakan ibadah.
Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadapi kondisi kekeringan dan berbagai potensi bencana.

“Kita terus berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan, sehingga bumi kembali mendapatkan kesejukan dan masyarakat dijauhkan dari musibah maupun bencana,” ujarnya.

Doa bersama lintas agama tersebut tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya semangat persatuan dan toleransi masyarakat Ketapang.

Keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat dinilai menjadi kekuatan yang dapat mempererat kehidupan sosial masyarakat.
Di tengah ancaman kekeringan dan karhutla, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Menjaga hutan dan lingkungan berarti menjaga sumber kehidupan sekaligus masa depan masyarakat.
Melalui doa dan tindakan nyata, masyarakat Ketapang diharapkan dapat bersama-sama menjaga daerah tetap aman, damai, harmonis, serta terhindar dari karhutla dan berbagai bencana.

Editor: jok

Ketapang Peringkat 6 MTQ XXXIV Kalbar, Sabet Juara I Mobil Hias

Bupati Ketapang Alexander Wilyo (Tengah) bersama Wakil Bupati Jamhuri Amir (paling kanan) menghadiri penutupan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kayong Utara.


Anantapost.com
- Kayong Utara. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat resmi berakhir di Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (8/8/2026). Kabupaten Ketapang berhasil menempati peringkat keenam dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

Capaian tersebut menjadi hasil dari kerja bersama kafilah, pelatih, pendamping, serta jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Ketapang selama mengikuti rangkaian perlombaan.
Penutupan MTQ dihadiri Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama Wakil Bupati Jamhuri Amir, Sekda Repalianto, Ketua DPRD Ketapang H. Achmad Sholeh, serta jajaran lainnya.
Sebelum mengikuti rangkaian penutupan, Bupati Ketapang bersama istri dan Sekda beserta istri juga menyempatkan diri mengunjungi stand pameran Kabupaten Ketapang. Kehadiran rombongan disambut pengurus LPTQ dan masyarakat yang berada di lokasi.

Rangkaian acara penutupan diawali Tari Makan Sirih sebagai simbol penghormatan, sebelum secara resmi ditutup oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang SDM, Sefpre Kurniadi, S.STP.
Dalam sambutannya, Sefpre mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ XXXIV. Ia menilai pelaksanaan MTQ tahun ini berlangsung meriah sekaligus tertata.

Ia juga mengingatkan pemerintah kabupaten dan kota agar pembinaan qari-qariah serta hafiz-hafizah tidak berhenti setelah pelaksanaan MTQ. Pembinaan diharapkan dilakukan secara terprogram dan berjenjang mulai dari tingkat desa hingga kabupaten/kota.

Ketua Umum LPTQ Kalbar, Brigjen Pol (Purn.) Andi Musa, turut meminta para peraih juara pertama untuk segera mempersiapkan diri menghadapi MTQ tingkat nasional ke-32 yang akan digelar di Jakarta pada 2027.

Sementara bagi peserta yang belum berhasil meraih prestasi terbaik, ia mengimbau agar tidak berhenti berlatih dan terus meningkatkan kemampuan.

Ketapang Raih Dua Prestasi Pendukung

Selain peringkat keenam pada MTQ, Kabupaten Ketapang juga membawa pulang dua prestasi pendukung.

Ketapang berhasil meraih Juara I mobil hias Pawai Ta’aruf serta Juara Harapan I stand pameran.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah, pelatih, pendamping, LPTQ, serta pihak-pihak yang telah bekerja dan memberikan dukungan selama pelaksanaan MTQ.

“Alhamdulillah, Ketapang dapat menempati peringkat keenam dari 14 kabupaten/kota. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh kafilah, pelatih, pendamping dan LPTQ. Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan Al-Qur’an di Kabupaten Ketapang,” ujar Alexander Wilyo.

Menurutnya, capaian tersebut tidak semata-mata dilihat dari hasil perlombaan, tetapi juga harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an.

“Yang paling penting, semangat MTQ jangan berhenti setelah acara selesai. Pembinaan harus terus berjalan agar ke depan semakin banyak generasi Qur’ani dari Ketapang yang mampu berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.

Ketua Panitia MTQ XXXIV Kalimantan Barat mengatakan, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, LPTQ, para kafilah, pelatih, pendamping, masyarakat, serta seluruh pihak yang terlibat.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan daerah yang telah berpartisipasi. Semoga pelaksanaan MTQ ini tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga memperkuat semangat pembinaan Al-Qur’an di seluruh Kalimantan Barat,” ujar Ketua Panitia.

Dorong Ekonomi Masyarakat

Pelaksanaan MTQ XXXIV juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Kayong Utara. Kehadiran peserta, pendamping, tamu dan masyarakat dari berbagai daerah turut menggerakkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), kuliner, transportasi hingga jasa penginapan.

Berakhirnya rangkaian MTQ diharapkan tidak menjadi akhir dari pembinaan, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat program pembinaan qari-qariah dan hafiz-hafizah secara berkelanjutan.
Semangat tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi Musabaqah Tilawatil Qur’an, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap nilai-nilai Al-Qur’an dan akhlak yang kuat.***(jok

Kamis, 06 Agustus 2026

Alexander Wilyo Dipercaya Pimpin Gerindra Ketapang, Siap Emban Amanah

Alexander Wilyo menerima SK sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Ketapang dalam Rakorda Gerindra Kalbar.

Anantapost.com - Ketapang. Alexander Wilyo mendapat kepercayaan untuk memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Kepercayaan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPC Partai Gerindra Kabupaten Ketapang oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., dalam agenda Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Gerindra Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Novotel Pontianak, Rabu (5/8/2026).

Alexander Wilyo menyebut amanah tersebut sebagai sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.

“Ini merupakan kehormatan sekaligus amanah besar bagi saya. Kepercayaan ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab dan kerendahan hati,” ujar Alexander.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Ketapang sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam membangun serta membesarkan partai di daerah tersebut.

“Saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh jajaran pengurus sebelumnya atas dedikasi dan pengabdian dalam membesarkan Partai Gerindra di Kabupaten Ketapang,” katanya.

Selain itu, Alexander menyampaikan terima kasih kepada para sahabat dari berbagai partai politik, simpatisan, relawan, serta masyarakat Kabupaten Ketapang yang selama ini memberikan dukungan dan kepercayaan.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan tugas dan membangun komunikasi politik yang konstruktif di Kabupaten Ketapang.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh sahabat dari berbagai partai politik, para simpatisan, relawan, dan seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang atas doa, kepercayaan serta dukungan yang telah diberikan,” tuturnya.

Alexander meminta doa dan dukungan masyarakat agar dirinya mampu menjalankan amanah sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Ketapang dengan baik.

“Saya memohon doa seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang dalam mengemban amanah ini. Saya meyakini doa adalah energi besar yang menguatkan setiap langkah dan pengabdian,” pungkasnya.

Editor: jok
Banner Promosi
Banner Promosi